Langsung ke konten utama

perjalanan perjuangan gadis perantau

ini kisah perjalananku 
#nulisrandom2017
#edisianakrantau

 hrein25.blogspot.com

hari pertama tepatnya di tanggal 23 desember aku menginjakkan kakiku ke bandara internasional soekarno-hatta bersama adikku. yah kita kejakarta itu niatnya untuk liburan tahun baru namun berhubung saya tamat dari sekolah SMK niatnya ingin mencari pekerjaan dan menggapai impian. liburan tahun baru kita jalan-jalan bersama keluarga ibuku yang notabennya asli betawi, setelah seminggu liburan tahun baru usai adik saya pulang ke bengkulu nah berhubung kedua abang saya tinggal di tanggerang kita berdua pulang ketanggerang adik saya nunggu tiket pesawat yang di pesan abang saya sedangkan saya koper saya berada di rumah abang saya yang no 2, ke esokkannya adik saya pulang ke bengkulu, rasanya berat saat terpisah dari saudara saya yang paling bungsu, namun apa boleh buat saya ke sini niatnya mencari pekerjaan. setelah beberapa minggu saya di tanggerang sambil membuat dokumen-dokumen penting untuk melamar pekerjaan sudah hampir 2 minggu dokumen itu tak kunjung saya dapatkan, lantaran prosesnya yang kini makin di persulit. hingga satu bulan saya memutuskan untuk kembali ke jakarta di mana rumah nenek saya tinggal. setelah 1 bulan dokumen itu kelar saya kembali mencari pekerjaan itu sendiri hingga tiga tempat yang saya dapatkan lowongan di arion. belum kunjung saya dapatkan untuk kerjaan yang sudah saya lamar hingga esoknya saya kembali mendapat lowongan di mc. donald di sana saya langsung di minta untuk di wawancara keesokkannya. hingga tibalah saya bertemu pada pelamar-pelamar MC.Donald kita bercerita banyak pengalaman pekerjaan berhubung saya belum memiliki pengalaman saya bercerita tentang yah mencari itu sangatlah susah. saatnya panggilan wawancara untuk saya namun setelah beberapa menit wawancara yah kita di minta untuk menunggu panggilan lagi, setelah saya mendapatkan kata-kata itu tante saya sempat bilang gini
 '' itu hanya alasan secara halus untuk menolak'' kata-kata itu tergiang di ingatanku hati saya berkata
''benarkah?'' bertanya-tanya memikirkan tanpa ada jawaban hingga saat ini saya telah menemukan jawabanya dan benar secara halus untuk menolak pelamar.
setelah saya melamar ke sana saya kembali mencari lagi dari kota jakarta timur hingga perjalanan jauh ke jakarta selatan tanggerang. saat pemilihan gebenur putaran  pertama abang no 2 saya datang untuk menyoblos hingga kembali ia mengatakan pada saya'' mau ikut abang atau tetap di sini?''
 pertanyaan itu mulai saya fikirkan hingga saya menanya berulang kali setelah terfiirkan bahwa saya kenapa belum juga mendapatkan sebuah pekerjaan hingga waktunya saya memastikan ikut abang saya ke tanggerang. setelah dua hari saya berada di tanggerang saya ikut abang saya untuk ker ja di ordeng yah gajinya memang tak seberapa tapi cukuplah saya beli baju dan ke perluan sehari-hari. sampai akhirnya saya di minta bos untuk pidah ke rumah nya kerja sebagai mengepakkan barang yang setiap harinya saya terus bekerja sampai tiga bulan sudah saya dapat penghasilan yang cukup untuk kebutuhan saja. saat saya berada di tanggerang tiba-tiba seseorang menelpon saya yang waktu itu saya melamar pekerjaan di jakarta sudah 1 bulan saya menunggu kabar baru saya mendapat kabar untuk wawancara siang itu juga jam 2 mungkin mereka berfikr bahwa saya masih berada di jakarta hingga bisa cepat untuk datang namun fikiran itu salah saya sudah telanjur di tanggerang saya meminta ke ringan untuk esok di wawancara namun itu tidak memungkinkan bahwa ia mengatakan jika tidak bisa tidak apa-apa, sudah dua kali telepon yang seperti itu datang kepadaku untuk wawancara ya mungkin bukan rezeki saya saat itu. saya terus bekerja di rumah bos abang saya hingga pada akhirnya  saya bangga dengan kerja keras penghasilan sendiri yang lumayan cukup saya kumpulkan hingga saya bisa membeli laptop dengan hasil uang sendiri. itulah senangnya jika menjadi anak perantau tak menyusahkan orang tua bhkan saya ke jakarta itu dengan uang jajan seadanya sekitar 300rb bayangkan hidup di jakarta dengan uang yang pas-passan  itu sangatlah mustahil untuk bisa membeli keperluan sendiri yah alhamdulillah saya bersyukur bahwa saya tidak minta dengan orang tua untuk perbulannya saya di jakarta. perantau beginihlah yang namanya hidup biaya yang seadaanya tanpa meminta ke orang tua. justru hidup mandiri itu seperti itu tidak meminta belas kasihan dengan orang tua atau bahkan dengan orang lain. setelah tiga bulan saya bekerja entah mengapa saya ingin kembali merasakan yang namanya sekolah kuliah justru sudah 11 bulan saya mencari pekerjaan yang kunjung tak saya dapatkan lalu kemana lagi kah? saya mencari ? maka saya putuskan untuk kuliah meski akan berat dengan biayanya ya tidak apa-apa saya akan berusaha untuk mencari beasiswa bahkan kuliah sambil kerja. itu fikiran saya, namun allah lah yang menentukan segalanya. hingga pada akhirnya saya merasakan kebosanan saat saya tak lagi bekerja di tempat abang saya kerena sesudah tiga bulan itu saya memutuskan kembali ke rumah nenek saya untuk mengambil rapot menyiapkan berkas-berkas masuk perguruan tinggi hingga saya mendapatkan ujian di kampus UIN jakarta sebelumnya saya  pernah berfikir bahwa saya ingin bisa masuk kampus itu setelah saya berfikir ke kampus UNJ namun yah karena mungkin biayanya saya tidak akan sanggup. dari jalur sbmptn itu sempat saya dan kedua sahabat saya berdebat karena ia berfikir bahwa saya akan masuk kampus di bengkulu saya, mungkin saya juga berfikir sedemikian saat abang saya belum mandaftarkan saya ke uin namun apa yang terjadi di luar dugaan saya, hingga saya pun mengikuti Ujian SBMPTN UIN jakarta. mungkin saya akan berfikir jika saya masuk UIN jakarta saya akan lebih jauh dari sahabat dan keluarga saya. entah perasaan senang atau sedih jika saya bisa masuk sana? karena saya pun jauh dari rawamangun ke ciputat bayangkan perjalanan jauh itu saya tempuh dengan seorang diri? yah begitulah nasib perantau ingin mencari sebuah jati diri namun tak kunjung di dapatkan.sudah hampir dua bulan saya di sini bersamaan masuknya bulan ramadhan. bulan yang sangat istimewah namun kurang lengkap jika saya berpuasa tak ada orang yang saya sayangi. kerinduan mulai menyapa hati saya dalam kebosanan kerena pekerjaan tak juga saya dapatkan. tahukah kalian bahwa hidup saat ini di persulit bahkan pekerjaan harus di persulit. bagaimana bangsa indonesia mau maju ? jika rakyatnya saja masih banyak pengangguran lantaran pekerjaan yang syaratnya mulai di persulit? apakah itu akan membuat indonesia maju? kurasa tidak ? mereka yang kuat hanya memandangi dari luar seseorang namun mereka tidak pernah melihat bahwa seseorang membutuhkan jauh lebih bijak untuk bekerja.

pesan saat ini kebahagiaan itu bukan untuk di cari tapi ciptakanlah kebahagian di hatimu

#edisianakperantau
#nulisrandom2017
nulisbuku.com

Komentar